Kamis, 15 Mei 2014

[Bahasa Inggris 2 #] Comparative and Superlative Adjectives



Comparative and Superlative Adjectives

The comparative form of an adjective is used for comparing two people or things (e.g. he is taller than me), while the superlative is used for comparing one person or thing with every other member of their group (e.g. he was the tallest boy in the class).
Adjectives make their comparative and superlative forms in different ways, depending on the base adjective itself. Here’s a quick-reference guide to the spelling of comparative and superlative adjectives:

Adjectives with one syllable
In general, if the adjective has one syllable, then the letters -er or -est are added:
Sweet
Sweeter
Sweetest
Small
Smaller
Smallest
Tall
Taller
Tallest

Adjectives with one syllable ending in e
If the adjective has one syllable and ends in e, just add -r or -st:
Late
Later
Latest
Nice
Nicer
Nicest
Large
Larger
Largest

Adjectives with two syllables
Adjectives with two syllables vary. Some add -er/-est or -r/-st:
Feeble
Feebler
Feeblest
Some use the words ‘more’ for the comparative and ‘most’ for the superlative:
Famous
More Famous
Most Famous
Many can do either, like clever:
Clever
More Clever/Cleverer
Most Clever/Cleverest

Adjectives with three syllables or more
If the adjective has three syllables or more, then the words ‘more’ and ‘most’ are used:
Beautiful
More Beautiful
Most Beautiful
Difficult
More Difficult
Most Difficult

Adjectives that change their spelling
Some adjectives change their spelling when forming the comparative and superlative:
  • Some one-syllable adjectives that end with a single consonant (e.g. big, wet, sad, fat) double this consonant before adding -er or -est:
Big
Bigger
Biggest
Wet
Wetter
Wettest
Sad
Sadder
Saddest

  • If the adjective ends in y (e.g. happy, greedy, or tidy), change the y to an i and add -er or -est:
Happy
Happier
Happiest
Greedy
Greedier
Greediest
Tidy
Tidier
Tidiest

  • Some common adjectives have irregular comparative and superlative forms that you just have to learn:
Bad
Worse
Worst
Good
Better
Best
Little (of a quantity)
Less
Least
Much
More
Most

Examples of Comparative and Superlative Adjective                      :
1.      Mango is sweeter than Lime.
2.      She is taller than Mary.
3.      A cup is smaller than a glass.
4.      Chinese is more difficult than English.
5.      Paris is more beautiful than New York.
6.      Budi is more clever than Andi.
7.      Cristiano Ronaldo is more famous than Bambang Pamungkas.

Sources        :
1.      http://www.oxforddictionaries.com/words/comparative-and-superlative-adjectives
Date    : April, 8th 2014
Time    : 7.46 p.m
2.      http://www.studyandexam.com/adjective2.html
Date    : April, 8th 2014
Time    : 8.35 p.m

Selasa, 01 Oktober 2013

Nilai dan Norma Budaya



Nilai dan Norma Budaya

Banyak sekali kebudayaan yang dulu pernah diajarkan ketika kita ada dibangku sekolah. Contohnya adalah ketika kita duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kita pernah diajarkan budaya sopan santun. Seperti, mengucapkan salam saat datang kesuatu tempat, makan dimeja makan, berbicara sopan kepada orang yang lebih tua dan masih banyak lagi. Saat ini budaya seperti ini sudah jarang kita temukan. Banyak orang yang ketika datang kesuatu tempat tidak memberikan salam. Contohnya ketika bertamu ke rumah orang, kita jarang sekali mengucapkan salam. Sama seperti budaya makan dimeja makan. Saat ini sudah jarang ditemukan seseorang yang makan dimeja makan.

Lalu ketika kita duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) kita juga diajarkan budaya dan nilai-nilai moral. Salah satunya adalah norma kesopanan, kesusilaan, agama, kebiasaan dan hukum. Contohnya adalah tidak boleh meludah sembarangan, tidak boleh bermesraan ditempat umum, tidak mengganggu agama lain yang sedang beribadah, tidak mengucapkan salam ketika bertemu, tidak boleh melanggar lalulintas.
Saat ini semua norma-norma dan nilai-nilai tersebut sudah sering dilakukan. Padahal semua norma-norma tersebut sudah ada sejak turun temurun. Kebanyakan dari kita sudah sering mengabaikan norma-norma tersebut. Menganggap bahwa hal itu sudah kuno dan tidak ada gunanya. Padaahal hal itu sangat berguna dan berpengaruh bagi kehidupan kita. Contohnya adalah ketika kita melanggar lampu lalulintas. Hal tersebut sangat membahayakan kita dan pengguna jalan lainnya.

Jadi, jangan sampai kita mengabaikan nilai dan norma yang ada saat ini. Hal yang sering kita anggap sepele, akan menjadi sebuah kebiasaan. Jangan sampai kebiasaan buruk kita menjadi sesuatu yang bisa mengubah nilai dan norma budaya yang sejak dulu sudah ada, yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Lestarikanlah nilai dan norma budaya tersebut. Karena itu yang akan menjadi ciri dari bangsa Indonesia.